Kementerian Agama Luncurkan Pusat Informasi Strategi Kebijakan Keagamaan dan Corporate University
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) baru-baru ini meluncurkan dua inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan kementerian. Dua agenda tersebut adalah Pusat Informasi Strategi Kebijakan Keagamaan dan Corporate University.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyatakan bahwa peluncuran kedua inisiatif ini sangat penting untuk menghadirkan layanan Kemenag yang lebih baik dan sesuai dengan kondisi saat ini. "Jangan kita terlena dengan namanya proses, tapi lupa dengan tujuan kita. Seharusnya makin mahal sebuah investasi, makin cepat tercapainya tujuan," ungkapnya saat acara peluncuran yang berlangsung di Ciputat, Tangerang Selatan, pada hari Kamis.
Pusat Informasi dan Kajian Strategis Kemenag
Pusat Informasi dan Kajian Strategis Kemenag berfungsi sebagai lembaga think tank yang bertugas merumuskan kebijakan berdasarkan kajian objektif dan kondisi di lapangan. Lembaga ini ditujukan untuk menjadi pemikir utama dalam merancang aksi nyata yang bertujuan menciptakan kerukunan umat beragama serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat.
Lembaga ini juga berencana melibatkan para pakar dan ahli untuk menganalisis permasalahan secara holistik dan mengajak seluruh pihak terkait untuk berpartisipasi dalam setiap langkah kebijakan yang diambil oleh Kemenag.
Corporate University
Corporate University sendiri merupakan lembaga yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenag, terutama dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang terus berkembang. Dengan jumlah ASN yang mencapai ratusan ribu dan tersebar di lebih dari 4.600 satuan kerja, lembaga ini diharapkan dapat menyamakan pengetahuan dan persepsi ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka.
Corporate University akan menyusun kurikulum yang relevan dengan isu-isu terkini dan perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Nasaruddin Umar juga meminta jajarannya untuk tidak hanya fokus pada modernisasi infrastruktur, tetapi juga menjadikan media strategis sebagai alat untuk memecahkan masalah keumatan yang substansial. "Pelihara alat-alat ini, jangan hanya bisa dipakai di luar visi misi yang kita tentukan. Sangat mahal harganya kalau hanya memecahkan sesuatu yang tidak substansial," tegasnya.
Pentingnya Teknologi dalam Visi Kemenag
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa teknologi canggih harus digunakan untuk mewujudkan visi dan misi Kemenag, bukan sekadar untuk memenuhi aspek modernisasi. "Gunakan teknologi canggih untuk mewujudkan visi dan misi Kemenag," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kemenag, M. Ali Ramdhani, menambahkan bahwa Corporate University akan memastikan ASN Kemenag tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga siap menghadapi ketidakpastian dan perubahan yang terjadi di lingkungan mereka.




