Kadisnaker Bali: Program Transmigrasi Bukan Paksaan, Melainkan Inisiatif Pemerintah Pusat
Denpasar, Bali
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan, mengklarifikasi bahwa program transmigrasi yang saat ini menjadi perbincangan publik merupakan inisiatif dari pemerintah pusat. Dalam pernyataannya di Denpasar pada Kamis, Setiawan menegaskan bahwa tidak ada paksaan bagi masyarakat Bali untuk mengikuti program ini.
"Program ini berasal dari Kementerian Transmigrasi, artinya ada fasilitasi dari pemerintah pusat. Tugas pemerintah provinsi adalah untuk memfasilitasi usulan dari kabupaten atau kota. Jadi, ada atau tidaknya pengajuan dari masyarakat, itu tergantung pada mereka sendiri," jelas Setiawan.
Isu mengenai program transmigrasi muncul setelah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa masyarakat Bali dapat mempertimbangkan untuk menggarap lahan pertanian di wilayah Indonesia Timur seiring dengan menyempitnya lahan pertanian di Bali.
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa meskipun program tersebut ada, tidak ada kewajiban bagi masyarakat untuk bertransmigrasi. Koster juga menekankan bahwa program ini tidak akan mengganggu inisiatif pemerintah provinsi untuk mendorong pertumbuhan populasi masyarakat Hindu Bali, seperti melalui program untuk memiliki anak ketiga dan keempat.
Setiawan menambahkan bahwa saat ini pemerintah daerah sedang menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Transmigrasi sekaligus mendata masyarakat Bali yang berminat untuk bertransmigrasi. "Kami akan memeriksa dan mengkaji setiap pengajuan dari sembilan kabupaten/kota, terutama dari daerah yang sebelumnya pernah menjadi lokasi transmigrasi," ungkapnya.
Dia juga menyatakan bahwa keputusan untuk bertransmigrasi sepenuhnya ada di tangan masyarakat. "Kami hanya bertindak sebagai fasilitator yang akan mengoptimalkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," kata Setiawan.
Berdasarkan catatan, banyak masyarakat transmigran dari Bali sebelumnya telah bertransmigrasi ke wilayah Sulawesi dan Kalimantan.




