Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Status Sentra Tebu di Jawa Timur
Sentra Hari

Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Status Sentra Tebu di Jawa Timur

Sentra News Day - Musim kemarau yang berkepanjangan berpotensi mengganggu produktivitas tebu di Kabupaten Malang, yang telah diakui sebagai salah satu sentra tebu di Jawa Timur. Ancaman ini dapat mengakibatkan penurunan hasil panen dan menggeser posisi Kabupaten Malang dalam sektor pertanian tebu.

Awal Kejadian

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, sekitar 27 persen dari total luas lahan pertanian di daerah ini ditanami tebu. Pada tahun lalu, Kabupaten Malang memproduksi 4,29 juta ton tebu dari lahan seluas 48.542 hektare, angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, produksi tebu tercatat sekitar 4,02 juta ton, sedangkan untuk tahun 2024 diperkirakan mencapai 4,21 juta ton.

Perkembangan

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Sani Putera, menyatakan bahwa evaluasi tengah dilakukan untuk menentukan target produksi tahun ini. Dia berharap, meskipun ada ancaman fenomena El Nino, produksi tebu dapat dipertahankan minimal pada angka 4,29 juta ton.

Bagi tebu yang berusia 0-4 bulan, kemarau dapat menghambat pertumbuhan, menyebabkan batang menjadi lebih pendek dan jumlah anakan berkurang. Hal ini berpotensi menurunkan hasil panen jika kekurangan air berlangsung parah. Sementara itu, tebu yang telah memasuki fase pembesaran batang (4-8 bulan) masih dapat tumbuh, namun dengan laju pertumbuhan yang melambat jika tanah terlalu kering.

Kondisi Terakhir

Varietas tebu yang dominan di Kabupaten Malang adalah Bululawang (BL) yang masak akhir dan Pringu yang masak awal. Tebu biasanya ditanam pada akhir tahun dan dipanen pada pertengahan tahun berikutnya. Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, masa depan produksi tebu di Kabupaten Malang perlu dicermati lebih lanjut.

You can share this post!