Jalan Ahmad Yani Nganjuk: Sentra Kuliner Malam yang Menarik Wisatawan
Sumber Foto: Radar Nganjuk
Sentra Hari

Jalan Ahmad Yani Nganjuk: Sentra Kuliner Malam yang Menarik Wisatawan

Kabupaten Nganjuk, dikenal sebagai Kota Angin, memiliki sebuah ikon kuliner yang telah terkenal sejak puluhan tahun lalu, yaitu Jalan Ahmad Yani yang terletak di Kecamatan Nganjuk. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini semakin ramai dikunjungi, terutama pada malam hari, berkat variasi makanan yang ditawarkan oleh para penjual.

Kemeriahan Kuliner Malam

Jalan Ahmad Yani menjadi tempat yang ramai dan gemerlap saat malam tiba. Berbagai jenis makanan dapat ditemukan di sepanjang jalan ini, mulai dari nasi pecel, penyetan, aneka minuman kopi, angkringan, hingga makanan khas Korea. Para penjual makanan terlihat berjejer, dengan beberapa di antaranya memilih untuk berjualan di trotoar.

Pengalaman Pengunjung

Alissa Zidni, seorang pengunjung berusia 24 tahun asal Kecamatan Bagor, mengungkapkan bahwa ia sering mengunjungi Jalan Ahmad Yani bersama teman-temannya untuk menikmati makan malam. "Hampir setiap malam saya beli makan di sini, enak dan banyak pilihannya, jadi tidak bingung," ujarnya. Alissa juga merasakan kesan mirip dengan Kota Jogja, berkat bangunan dan arsitektur trotoarnya.

Penambahan Pengunjung

Jalan Ahmad Yani memang sudah terkenal sejak lama, namun setelah renovasi, jumlah pengunjung semakin meningkat. Kawasan ini tidak hanya menjadi tujuan utama warga lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan dari luar kota. Keindahan trotoar, gemerlap lampu kota, serta deretan tenant kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuat kawasan ini selalu hidup hingga malam hari.

Strategis dan Ramai

Setiap malam, terutama saat akhir pekan atau masa liburan, Jalan Ahmad Yani selalu dipadati pengunjung. Banyak masyarakat memanfaatkan waktu malam untuk berjalan-jalan santai dan menikmati makanan kaki lima. Lokasi strategisnya yang berseberangan dengan Alun-Alun Nganjuk memudahkan pengunjung yang ingin menghabiskan waktu malam dengan nongkrong atau mencari makan.

Kisah Lain dari Pengunjung

Ardi Yaksa, 28 tahun, yang datang jauh dari Sidoarjo, juga menyatakan bahwa ia rela menempuh perjalanan hanya untuk menikmati nasi pecel di Jalan Ahmad Yani. "Nasi pecelnya di sini beda dari yang lain, jadi kalau malam-malam gabut, saya kesini sekalian nongkrong," ungkapnya.