Inovasi TV: Mini LED dan OLED Siap Warnai Pasar 2026
CES 2026, yang baru saja berakhir, adalah salah satu pameran teknologi yang paling ditunggu-tunggu tahun ini. Seperti biasa, TV menjadi sorotan utama acara tersebut, dengan para produsen memamerkan produk dan teknologi layar terbaru mereka.
CES selalu menampilkan produk dan ide unik. Namun, sebagian besar konsumen masih tertarik pada pengalaman praktis dan peningkatan teknologi.
Tahun ini, para produsen diperkirakan akan terus meningkatkan kualitas TV dengan teknologi panel dan lampu latar baru. Alih-alih hanya berfokus pada model kelas atas, beberapa perusahaan mungkin akan meningkatkan teknologi mereka pada perangkat yang lebih terjangkau.
Mempopulerkan TV Mini LED
Hisense QD7 dan TCL QM9 adalah dua model Mini LED TV yang patut diperhatikan untuk tahun 2025. Model Hisense termasuk dalam segmen anggaran, sedangkan model TCL berada di lini produk premium.
Kedua produk menawarkan kualitas tampilan yang baik, terutama QD7. Ulasan menunjukkan bahwa lampu latar Mini LED Hisense lebih unggul dibandingkan model anggaran lainnya. Menurut CNET, tren ini dapat menyebar tahun ini dengan TV Mini LED berkualitas tinggi dan terjangkau.
Mini LED dikembangkan berdasarkan teknologi lampu latar LED tradisional, menggunakan ribuan LED kecil untuk meningkatkan kualitas gambar dan mendistribusikan cahaya dengan lebih baik.
Sejak 2019, TV Mini LED semakin populer. Tidak seperti teknologi layar lainnya yang relatif lambat diadopsi, Mini LED terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dengan manfaat yang paling terlihat adalah layar TV yang jauh lebih terang.
Selain meningkatkan kecerahan, banyak produsen mengembangkan teknologi mereka sendiri berdasarkan Mini LED. Misalnya, teknologi Halo Control dari TCL memungkinkan kontrol cahaya yang lebih presisi di setiap area tampilan, mengurangi silau yang biasa terlihat pada layar LED.
Hisense dan TCL juga telah meningkatkan teknologi peredupan lokal pada TV, dengan TCL mempersempit celah antara lampu latar dan layar, sehingga kemampuan tampilan hitam pada produk Mini LED-nya lebih mendekati OLED.
TCL QM9K adalah salah satu TV paling terang tahun lalu. Kecerahan maksimumnya sebesar 6.500 nits mengurangi silau di lingkungan yang terang sekaligus memberikan kontras yang lebih baik. Tidak akan mengherankan jika para pesaing mengadopsi teknologi serupa tahun ini.
Teknologi yang membuat TV lebih terang.
RGB Mini LED juga merupakan teknologi yang patut diperhatikan. Teknologi ini menggunakan pencahayaan latar dengan ketiga warna (merah, biru, dan hijau), bukan hanya LED putih atau biru seperti biasanya.
Dari segi manfaat, LED Mini RGB tidak memerlukan filter warna (termasuk titik kuantum). Hal ini menghasilkan warna yang lebih cerah dan kecerahan yang lebih tinggi daripada LED konvensional.
Beberapa TV yang menggunakan teknologi RGB Mini LED telah muncul sejak akhir tahun 2025, seperti TCL Q10M. Samsung memamerkan teknologi serupa dan menamakannya Micro RGB. Prototipe TV perusahaan tersebut dipuji karena warnanya yang cerah dan kecerahan yang tinggi. Sementara itu, Sony diperkirakan akan meluncurkan teknologi ini tahun ini.
Teknologi RGB Mini LED memiliki potensi besar, tetapi hambatan teknis dan pemrosesan membuat biaya produksi tetap tinggi, berkisar antara $12.000 hingga $30.000 tergantung pada ukuran dan produsen. Teknologi ini diperkirakan akan terus muncul di CES 2026 dengan versi yang lebih kecil dan lebih terjangkau.
Apa yang bisa diharapkan dari TV OLED?
Setelah bertahun-tahun pengembangan, kesenjangan kontras antara OLED dan LED telah menyempit secara signifikan. Meskipun tidak mungkin untuk meningkatkan tingkat hitam yang sudah sangat baik, pengguna masih dapat melihat peningkatan kecerahan pada TV OLED tahun ini.
Pada tahun 2025, "persaingan kecerahan" pada TV OLED dimulai ketika LG Display meluncurkan teknologi OLED 4 lapis (Primary RGB Tandem). Beberapa model yang menggunakan teknologi ini termasuk LG G5, Panasonic Z95B, dan Philips OLED950/OLED910.
Dengan teknologi ini, LG mengubah struktur panel RGB pada layar OLED, beralih dari struktur 3 lapis (biru, kuning, biru) menjadi struktur 4 lapis (merah, biru, hijau, merah). Desain ini membantu meningkatkan kecerahan maksimum, berpotensi mencapai 4.000 nits, dengan menghasilkan lebih banyak cahaya pada setiap lapisan, sambil mempertahankan kemurnian warna.
Menurut CNET, segmen TV OLED murah diperkirakan akan mengalami peningkatan yang lebih signifikan daripada sekadar peningkatan kecil. Misalnya, LG C5 seharga $1.400 tidak jauh berbeda dari LG C4, sementara C4 merupakan evolusi dari C3. Beberapa peningkatan yang diantisipasi termasuk kecerahan yang lebih tinggi dan kualitas tampilan yang lebih baik.
Teknologi baru juga dapat membantu TV menampilkan gambar dengan lebih baik, seperti Dolby Vision 2 atau Samsung HDR10 Plus Advanced. Namun, dampak tarif dan kondisi pasar terhadap harga TV masih belum pasti.




