Indonesia Diprediksi Pimpin Pertumbuhan Startup Asia Tenggara pada 2026
Sumber Foto: Liputan6.com
Ekonomi

Indonesia Diprediksi Pimpin Pertumbuhan Startup Asia Tenggara pada 2026

Antler menilai ekosistem startup Asia Tenggara memasuki fase pertumbuhan sehat, dengan Indonesia diprediksi memimpin pemulihan pada 2026.

Oleh Arthur Gideon

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 14:00 WIB

Share

Copy Link

Batalkan

Perbesar

Liputan6.com, Jakarta - Investor global tahap awal, Antler, menilai ekosistem startup Asia Tenggara kini memasuki siklus pertumbuhan yang lebih sehat setelah dua tahun masa koreksi. Dengan fondasi yang semakin kuat, Indonesia diproyeksikan menjadi pemimpin pemulihan tahap awal pada tahun 2026.

Co-Founder & Managing Partner Antler Southeast Asia Jussi Salovaara, menegaskan bahwa periode rekalibrasi dua tahun terakhir telah melahirkan fondasi baru di sektor teknologi dan modal ventura.

BACA JUGA: Startup Rusia Kembangkan Biodrone, Kendalikan Merpati dengan Implan Otak

BACA JUGA: Permudah Bisnis, Startup Ini Perkenalkan Karyawan AI di WhatsApp

BACA JUGA: Perusahaan Startup AI Bernilai Fantastis Ternyata Banyak Dirintis oleh Anak Muda

“Kami melihat fase pertumbuhan baru dengan ketahanan makro yang lebih baik, tata kelola lebih kuat, serta kedisiplinan modal di kalangan founder,” ujar Jussi, dikutip Jumat (24/10/2025).

Advertisement

Antler mencatat bahwa kondisi saat ini mencerminkan arah pasar yang lebih berkelanjutan. Kepercayaan investor dan disiplin operasional kini menjadi faktor utama yang mendorong optimisme terhadap masa depan ekosistem startup di kawasan ini.

Tata Kelola dan Akuntabilitas Jadi Pondasi Baru Ekosistem Startup Asia Tenggara

Perbesar

Dalam 18 bulan terakhir, Antler menilai perbaikan tata kelola menjadi faktor penting bagi pemulihan sektor startup di Asia Tenggara. Sejumlah kasus profil tinggi telah mendorong penegakan hukum yang lebih kuat.

“Ini fase koreksi yang tidak mudah, namun diperlukan. Kami melihat penegakan akuntabilitas mulai berjalan dan kepercayaan pasar berangsur pulih,” kata Partner Antler Indonesia Agung Bezharie Hadinegoro.

Sebagai bagian dari peningkatan tata kelola, lima asosiasi modal ventura meluncurkan Maturation Map pada April 2025. Kerangka ini menekankan lima pilar utama: Active Diligence, pemanfaatan teknologi, ekosistem penasihat, standar yang lebih tinggi, serta mindset penegakan hukum.

Kehadiran kerangka tersebut menandai langkah penting menuju ekosistem investasi yang lebih transparan, bertanggung jawab, dan siap mendukung pertumbuhan startup tahap awal di kawasan.

Startup Indonesia Mulai “Born-Global”

Antler menyoroti bangkitnya aktivitas exit dan IPO di Asia. Berdasarkan KPMG Venture Pulse Q3 2025, nilai IPO di Asia hingga kuartal ketiga sudah melampaui total sepanjang 2024. Salah satu contoh sukses adalah Airalo, startup portofolio Antler yang kini berstatus unicorn.

“Airalo membuktikan founder hebat bisa membangun bisnis global yang berkelanjutan,” ujar Jussi.

Agung menambahkan bahwa Indonesia kini menjadi pasar yang menarik bagi investor global berkat ketahanan ekonomi, tata kelola yang kuat, dan generasi founder yang lebih disiplin. Startup seperti SPUN, Gapai, dan Match Made menjadi contoh generasi baru dengan orientasi global sejak awal.

“Momentum ini menandai fase baru bagi Asia Tenggara — ekosistem yang transparan, selektif, dan kompetitif di panggung dunia,” tutup Agung.

Startup

Antler

asia tenggara

Advertisement

Arthur GideonTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan