IHSG Melemah di Sesi I, Sektor Properti Terkoreksi Signifikan
Sumber Foto: kaltarabisnis.co
Lifestyle

IHSG Melemah di Sesi I, Sektor Properti Terkoreksi Signifikan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan di zona merah pada penutupan sesi I perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. Indeks komposit parkir di level 8.261,15 atau mengalami penurunan sebesar 12,93 poin yang setara dengan 0,16 persen.

Koreksi ini terjadi setelah IHSG sempat dibuka menguat pada level 8.300,22 dan menyentuh posisi tertinggi harian di 8.328,42. Namun, tekanan jual yang dominan memaksa indeks melandai hingga menyentuh level terendah di 8.236,75 sepanjang paruh pertama perdagangan.

Aktivitas pasar tercatat cukup moderat dengan volume transaksi mencapai 258,2 juta lot saham. Adapun total nilai transaksi yang dibukukan oleh para investor hingga jeda siang ini berada di angka Rp11,29 triliun.

Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini mencerminkan fase konsolidasi di rentang 8.200 hingga 8.400 setelah sempat mengalami koreksi tajam pada awal Februari. Level 8.236,75 kini menjadi area support intraday yang krusial bagi para pelaku pasar.

Kegagalan indeks untuk bertahan secara konsisten di atas area resistance 8.300–8.330 menjadi pemicu munculnya tekanan jual. Hal ini menyebabkan posisi IHSG saat ini berada di bawah harga pembukaan pagi tadi.

Sektor properti menjadi pemberat utama indeks dengan pelemahan terdalam mencapai 1,18 persen. Saham-saham di sektor ini seperti DILD, LPKR, SMRA, MTLA, CTRA, ASRI, dan BSDE terpantau kompak mengalami tekanan harga yang signifikan.

Berlawanan dengan tren tersebut, sektor industri tampil sebagai penopang utama dengan penguatan sebesar 0,61 persen. Kenaikan ini didorong oleh performa positif saham UNTR yang melesat 1,82 persen serta PTPP yang naik 0,57 persen.

Di jajaran indeks unggulan LQ45, beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan di antaranya SMGR, EXCL, AMRT, UNTR, GOTO, MEDC, dan MDKA. Saham BBRI juga masuk dalam daftar aset yang menahan penurunan indeks lebih dalam.