Honda HRC Hadapi Tantangan Besar Usai Cedera Jake Dixon di Phillip Island
KabarOto.com - Persiapan tim pabrikan Honda HRC menjelang pembukaan WorldSBK musim 2026 di Phillip Island, Australia, harus menemui rintangan berat. Setelah kecelakaan fatal pada hari kedua tes resmi, Selasa 17 Februari kemarin, Jake Dixon dipastikan absen, meninggalkan beban pengembangan sepenuhnya di pundak pembalap penguji senior, Tetsuta Nagashima.
Awalnya, sesi tes dua hari yakni 16-17 Februari berjalan sesuai rencana. Pada hari pertama, Jake Dixon tampil impresif dengan melahap 61 lap untuk beradaptasi dengan Honda CBR1000RR-R miliknya.
Namun, nasib buruk menimpa rookie asal Inggris tersebut hanya beberapa menit setelah sesi hari kedua dimulai.
Baca Juga: Jorge Lorenzo Bertekad Bangkitkan Mental Maverick Vinales
Dixon mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 11. Pemeriksaan medis di sirkuit mengonfirmasi bahwa ia menderita patah tulang pergelangan tangan kiri dan memar serius pada siku kirinya.
Tim medis telah menyatakan Dixon tidak dalam kondisi bugar untuk berkompetisi di seri pembuka akhir pekan ini. Saat ini, Dixon telah dibawa ke rumah sakit di Melbourne untuk evaluasi lebih lanjut.
Akibat absennya Dixon, Tetsuta Nagashima menjadi tumpuan utama Honda HRC. Nagashima bekerja maraton dengan menyelesaikan 64 lap pada hari Selasa untuk mengumpulkan data krusial. Meskipun fokus utamanya adalah pengujian, Nagashima mulai menunjukkan ritme balap yang kompetitif di sesi terakhir.
Situasi ini semakin memperumit posisi Honda HRC, mengingat rekan setim lainnya, Somkiat Chantra, juga tengah menjalani proses pemulihan pasca cedera akibat terjatuh di tes sirkuit Sepang pada 16-17 Januari 2026. Kondisi Chantra yang belum seratus persen bugar membuat beban pengembangan dan pencarian data di Phillip Island kini sepenuhnya beralih ke pundak pembalap penguji senior, Nagashima.
Nagashima menekankan bahwa tantangan terbesar di Phillip Island adalah karakteristik sirkuit yang sangat unik dibanding lintasan di Eropa.
Pembalap bernomor #45 ini harus menyeimbangkan perannya sebagai penguji yang membangun basis motor dengan insting sebagai pembalap yang harus menembus limit kecepatan.
Nagashima merasa optimistis dengan basis data yang telah ditemukan, meskipun ia menyayangkan apa yang terjadi pada rekan setimnya.
“Secara keseluruhan, tes ini cukup positif. Kami mencoba banyak pengaturan yang berbeda, dan saya mampu memahami hal-hal tersebut selangkah demi selangkah. Sesi demi sesi saya merasa lebih baik, dan berkembang secara bertahap seperti ini sangatlah penting," ujar Nagashima.
Diyakini Nagashima bisa melihat dengan jelas area mana yang masih perlu kami tingkatkan dalam hal set-up keseluruhan, termasuk di sisi elektronik, tetapi secara keseluruhan telah menemukan basis set-up yang menjanjikan untuk Phillip Island.
Baca Juga: Kepala Desainer Red Bull Racing Cabut, Persiapan Formula 1 2026 Terdampak
"Lintasan ini sangat berbeda dibandingkan dengan sirkuit Eropa yang kami uji selama musim dingin, menurut saya ini adalah salah satu sirkuit paling unik di WorldSBK," ujar mantan pembalap Moto2 ini.
Nagashima yakin bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik balapan pada akhir pekan ini.
"Terakhir, saya ingin mendoakan yang terbaik untuk Jake Dixon. Saya harap dia bisa segera pulih,” yakinnya.
Dengan data yang dikumpulkan oleh Nagashima dan dukungan dari Ryan Vickers di tim tes, Honda HRC harus bergegas melakukan penyesuaian akhir sebelum balapan dimulai pada Sabtu, 21 Februari mendatang.
Fokus kini beralih pada bagaimana Nagashima dan tim memaksimalkan potensi elektronik motor di lintasan Australia yang sangat menguras ban tersebut.




