Grup Merdeka Raih 50 Juta Jam Kerja Tanpa Cedera, Tunjukkan Komitmen K3 yang Kuat
Sumber Foto: kilaskorporasi.kompas.com
Olahraga

Grup Merdeka Raih 50 Juta Jam Kerja Tanpa Cedera, Tunjukkan Komitmen K3 yang Kuat

KOMPAS.com – Di dunia pertambangan, risiko adalah bayangan yang mengikuti setiap langkah, mulai dari bahaya fisik hingga ancaman kesehatan pekerja.

Namun, di tengah tantangan itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA) membuktikan keandalannya dalam menjaga keselamatan pekerja dengan mencatatkan Hampir 50 juta jam kerja tanpa cedera secara kumulatif.

Capaian itu menjadi refleksi komitmen kuat Grup Merdeka dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja ( K3) secara konsisten dan terintegrasi di seluruh lini operasional.

Head of Corporate Communications Merdeka Tom Malik menegaskan, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan bagian tak terpisahkan dari jati diri Grup Merdeka.

“Seluruh pekerja di grup MDKA memegang peran penting. Tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk saling menjaga, mematuhi standar, dan membangun budaya kerja yang aman dan berkelanjutan,” jelas Tom dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (12/2/2026).

Bagi Grup Merdeka, keselamatan bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi budaya kerja yang inklusif dan strategis.

Nilai tersebut tertuang dalam values GReAtNESS, yaitu Growth, Respect, Accountability, Collaboration, Excellence, Safety, and Sustainability.

Nilai “Safety” menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan, kepemimpinan operasional, dan perilaku kerja sehari-hari di seluruh organisasi.

Puluhan juta jam tanpa cedera

Keandalan sistem keselamatan kerja Grup Merdeka tecermin dari rendahnya tingkat insiden keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai site operasional.

Tambang Emas Tujuh Bukit mencatatkan 19,7 juta jam kerja tanpa lost time injury (LTI). Tambang Emas Pani menyusul dengan 18,2 juta jam kerja, dan Tambang Nikel Konawe dengan 10,7 juta jam kerja tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja.

Sebagai informasi, LTI merupakan kecelakaan kerja yang menyebabkan pekerja cedera dan tidak dapat melanjutkan tugas rutinnya atau kehilangan satu hari kerja penuh akibat insiden.

Selain itu, sepanjang 2025, Serious Potential Incident Frequency Rate (SPIFR) di MDKA tercatat sangat minim. Capaian tersebut menunjukkan potensi risiko besar di site dapat dikelola dengan baik melalui sistem, pengawasan, serta perilaku kerja yang disiplin.

Atas konsistensi tersebut, salah satu anak usaha MDKA, PT Bumi Suksesindo (BSI), menerima penghargaan K3 dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Perusahaan pengelola Tambang Emas Tujuh Bukit itu memperoleh penghargaan setelah mencatatkan 19,7 juta jam kerja tanpa kecelakaan.

Sistem terstandar internasional

Keandalan Merdeka dalam menjaga keselamatan pekerja diperkuat melalui penerapan Sistem Manajemen K3 berstandar internasional ISO 45001:2018 di seluruh operasi tambang.

Sistem tersebut memastikan pengelolaan risiko kerja dilakukan secara sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan peringatan Bulan K3 Nasional 2026, MDKA juga menggelar berbagai kegiatan untuk memperkuat budaya keselamatan yang proaktif dan kolaboratif.

Dengan mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3/Keselamatan Pertambangan Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, Merdeka menyelenggarakan safety riding training, first aid training, donor darah, serta web seminar (webinar) Manajemen Risiko dan Kontraktor yang melibatkan seluruh karyawan grup.

Kegiatan tersebut dilanjutkan di seluruh site dengan webinar kesehatan, olahraga lari santai, dan hari refleksi K3.

Ke depan, MDKA dan seluruh anak usahanya akan terus memperkuat komitmen K3 yang antisipatif, adaptif, dan strategis seiring pertumbuhan bisnis dan pengembangan proyek-proyek baru.

Pencapaian 19 juta jam tanpa cedera menjadi bukti bahwa komitmen keselamatan yang dijalankan secara konsisten mampu menjaga pekerja tetap aman sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.