Dugaan Pelecehan Seksual dalam Kontroversi America's Next Top Model Terungkap
Liputan6.com, Jakarta - Selama 15 tahun, America's Next Top Model (ANTM) menjelma jadi fenomena global. Kontes modeling ini telah menampilkan banyak momen mengejutkan, dan kini, sebuah serial dokumenter baru di Netflix merefleksikan kontroversi-kontroversi tersebut.
Melansir BBC, Rabu (18/2/2026), serial ini dimulai, seperti banyak hal lainnya, dengan niat mulia. Pada 2003, setelah namanya dikenal sebagai supermodel papan atas, Tyra Banks mengalihkan perhatiannya ke televisi.
Idenya, yang dikembangkan bersama produser Ken Mok, adalah acara reality show yang bertujuan mendemokratisasi industri mode dengan mengangkat seorang gadis dari ketidaktahuan, melatihnya, dan meluncurkannya sebagai bintang besar berikutnya di dunia modeling.
Acara ini menjadi hit dalam hal rating dan menyebar ke seluruh dunia, menarik sekitar 100 juta penonton di 170 negara. Saat itu, ANTM dipuji karena progresivitasnya dalam menempatkan seorang wanita kulit hitam sebagai tokoh utama di acara TV yang sangat populer.
"Ini adalah acara yang dipenuhi dengan orang-orang kulit berwarna, kaum queer, dan setidaknya beberapa tipe tubuh yang berbeda," kata Danielle Lindemann, penulis "True Story: What Reality TV Says About Us."
ANTM, meski mengklaim mendukung perempuan untuk memasuki industri yang terkenal elitis, pada akhirnya malah melanggengkan beberapa prasangka yang ingin mereka tantang, dan menjadi semakin beracun seiring berjalannya musim.
Komentar para juri tidak hanya menjadi lebih menyinggung secara pribadi, dengan menunjuk perut "buncit" para model atau mengkritik ukuran bokong mereka, tapi juga situasi di mana mereka menempatkan para kontestan untuk dipermalukan atas nama "tayangan TV yang bagus."
Episode-Episode Kontroversial
Inti dari setiap episode adalah sesi pemotretan, di mana para gadis dirias dan ditantang untuk mengambil foto terbaik hari itu. Sesi-sesi ini dengan cepat berubah menjadi hal yang mencengangkan, dan kemudian menjadi sangat tidak sensitif.
Yang paling terkenal dari semuanya adalah pemotretan "pertukaran etnis" yang terjadi di musim keempat (2005) di mana salah satu model dirias dengan riasan wajah hitam, meski banyak orang lupa bahwa konsep yang sama diulangi di musim ke-13 (2009).
Di samping itu, ada pemotretan bertema tunawisma, di mana orang-orang tunawisma sungguhan digunakan sebagai figuran. Juga, pemotretan yang mengejek stereotipe model, di mana seorang model diminta untuk berpose muntah di toilet, dengan muntahan palsu di tubuhnya, untuk menggambarkan bulimia.
Mengaku Tuntutan Penonton
Terdapat pula tantangan di mana para kontestan harus berpura-pura menjadi korban pembunuhan dalam pengaturan "tempat kejadian perkara." Salah satu peserta dalam kasus terakhir, Dionne Walters, mengklaim dalam serial dokumenter Netflix bahwa orang-orang di bagian produksi menyuruhnya berpura-pura telah ditembak meski tahu bahwa ibunya sebelumnya pernah ditembak dan lumpuh.
Di Reality Check, Banks membantah bahwa terkait pengambilan gambar yang menyinggung ini, "kalian (para penonton) yang menuntutnya!" meski ia mengakui bahwa jika dilihat dari sudut pandang masa kini, "ini adalah masalah, dan saya mengerti alasannya."
Insiden serius lainnya yang diceritakan dalam film dokumenter tersebut termasuk seorang wanita yang mengaku dilecehkan secara seksual oleh seorang model pria, sebuah insiden yang ditunjukkan dalam Reality Check melalui cuplikan dari ANTM, kemudian ditegur oleh Banks karena berani berbicara.
Pengakuan Kontestan ANTM
Banks mengomentari insiden ini, "Tidak seorang pun dari kami yang tahu. Para eksekutif jaringan tidak tahu, dan saya melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan saat itu. Tapi dia pantas mendapatkan lebih."
Beberapa kontestan ANTM juga berpendapat bahwa acara tersebut gagal mempersiapkan mereka untuk kembali ke dunia nyata setelah ketenaran mereka yang tiba-tiba. Di Reality Check, peserta musim kedua Shandi Sullivan mengenang saat dihina ketika berjalan di jalan setelah acara tersebut.
Sementara lulusan acara lainnya, Dani Evans dari musim keenam, yang terkenal diminta untuk menutup celah di giginya di acara tersebut, menyatakan bahwa penampilannya di ANTM justru menutup pintu baginya di industri mode, karena para desainer "tidak ingin bintang reality show berjalan di peragaan busana mereka."




