Dampak Perubahan Iklim terhadap Sentra Bawang Merah di Brebes
Sumber Foto: detikNews
Sentra Hari

Dampak Perubahan Iklim terhadap Sentra Bawang Merah di Brebes

Perubahan iklim yang terjadi saat ini telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai sektor, terutama pertanian dan perikanan. Salah satu daerah yang merasakan dampak tersebut adalah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai sentra produksi bawang merah di Indonesia.

Brebes menyumbang sekitar 18,5% dari total produksi bawang merah nasional. Komoditas ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga diekspor ke negara-negara seperti Thailand dan Singapura. Musim panen bawang merah di Brebes biasanya berlangsung antara Juni hingga Agustus. Namun, pola cuaca yang tidak menentu akibat perubahan iklim telah menyebabkan penurunan produksi bawang merah.

Kerugian yang Diderita Petani

Para petani bawang merah di Kecamatan Wanasari mengalami kerugian besar akibat cuaca yang tidak mendukung. Pada Juli 2022, meskipun biasanya merupakan bulan yang ideal untuk penanaman bawang merah, hujan deras justru turun dengan intensitas tinggi. Hal ini menyebabkan sekitar 60 hektare lahan bawang berusia 45 hari di beberapa desa terendam banjir.

Akibat banjir, para petani terpaksa memanen bawang merah lebih dini dan menjualnya dengan harga yang jauh lebih rendah. Juwari, seorang petani berusia 56 tahun dari Desa Sidamulya, mengungkapkan bahwa meskipun bawang belum matang, ia harus mengambil langkah tersebut untuk meminimalkan kerugian. Ia menambahkan bahwa jika tanaman bawang terendam air selama lebih dari dua hari, kemungkinan besar akan busuk.

“Jika tidak segera dipanen, lahan seluas satu hektar bisa merugi hingga Rp 130 juta,” ungkap Juwari. Ia menjelaskan bahwa seharusnya pada bulan Juni sudah memasuki musim kemarau, namun kenyataannya hujan masih terus turun dengan deras hingga Juli.

Dampak pada Komoditas Lain

Masrukhi Bachro, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Brebes, menambahkan bahwa dampak perubahan iklim tidak hanya dirasakan oleh petani bawang merah. Komoditas lainnya seperti padi, cabai, semangka, dan melon juga mengalami penurunan produksi. Namun, karena saat ini banyak petani yang fokus pada penanaman bawang merah, kerugian yang terlihat lebih jelas pada komoditas tersebut.

Perubahan pola cuaca ini menjadi tantangan besar bagi para petani di Brebes dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan usaha pertanian mereka.