Cedera Lautaro Martinez Jadi Sorotan Setelah Inter Milan Kalah dari Bodo/Glimt
Sumber Foto: Mureks
Olahraga

Cedera Lautaro Martinez Jadi Sorotan Setelah Inter Milan Kalah dari Bodo/Glimt

Inter Milan harus menelan pil pahit ganda usai melakoni leg pertama babak playoff Liga Champions 2025-2026 melawan Bodo/Glimt. Selain takluk 3-1 dari wakil Norwegia tersebut, Nerazzurri juga kehilangan kapten sekaligus penyerang andalan mereka, Lautaro Martinez, yang mengalami cedera serius. Kondisi lapangan sintetis di Aspmyra Stadion, markas Bodo/Glimt, kini menjadi sorotan tajam dan diduga kuat sebagai biang keladi masalah fisik yang menimpa sang bintang.

Pertandingan yang berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026 dini hari WIB itu menjadi mimpi buruk bagi Inter. Lautaro Martinez terpaksa ditarik keluar pada pertengahan babak kedua setelah merasakan nyeri di betisnya. Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Ia mengonfirmasi bahwa cedera yang dialami Lautaro tergolong “cukup serius”.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Penyerang asal Argentina itu dijadwalkan menjalani tes medis lanjutan pada Jumat, 20 Februari 2026, untuk mengetahui tingkat keparahan dan jenis cedera yang sebenarnya. Laporan awal mengindikasikan Lautaro berpotensi absen hingga satu bulan. Absennya Lautaro, yang merupakan top skorer Inter di Serie A musim ini dengan 14 gol, tentu menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Chivu, terutama menjelang leg kedua melawan Bodo/Glimt pada 25 Februari 2026 dan laga krusial Serie A melawan Genoa.

Pihak Inter Milan sendiri telah melayangkan keluhan informal kepada UEFA bahkan sebelum pertandingan dimulai. Mereka menilai kualitas lapangan sintetis di Aspmyra Stadion jauh di bawah standar kompetisi tertinggi Eropa. Beberapa sumber menggambarkan kondisi rumput buatan itu “mirip dengan tikar yang dipasang asal-asalan lengkap dengan kerutan-kerutan aneh di pinggir lapangan” atau “karpet Subbuteo yang dipasang sembarangan”, yang dinilai membahayakan keselamatan pemain.

Selain Lautaro, gelandang Piotr Zielinski juga merasakan nyeri ringan di akhir laga dan dijadwalkan menjalani tes medis pada hari yang sama. Pertandingan di Norwegia tersebut juga berlangsung dalam suhu yang membekukan, menambah tantangan bagi tim tamu yang tidak terbiasa.

Meski demikian, pelatih Cristian Chivu enggan menjadikan kondisi lapangan sebagai alasan utama kekalahan timnya. “Kami kehilangan Lautaro. Dia cedera. Namun ada pemain lain dengan masalah juga, dan kami akan mengevaluasi mereka. Cedera Lautaro cukup serius,” ujar Chivu, seraya menambahkan bahwa timnya sudah memberikan usaha maksimal.