Bupati Landak Minta Pemerintah Pusat Kendalikan Harga Pupuk
Sumber Foto: kalbar.antaranews.com
Pusat Update

Bupati Landak Minta Pemerintah Pusat Kendalikan Harga Pupuk

Pontianak - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya harga pupuk yang beredar di pasaran. Permasalahan ini telah menjadi keluhan dari banyak petani, terutama di sektor hortikultura dan perkebunan sawit.

Dalam pernyataannya di Ngabang, Karolin menyebutkan bahwa harga pupuk mengalami kenaikan yang signifikan, baik dari produk yang dihasilkan oleh BUMN maupun swasta. Dia mencontohkan, harga pupuk NPK untuk tanaman sawit di tingkat pengecer kini mencapai Rp12.500 per kilogram, yang setara dengan Rp625.000 per sak. Angka ini meningkat drastis dari harga sebelumnya yang hanya sekitar Rp280.000 per sak.

“Kenaikan harga ini tidak hanya berlaku untuk pupuk, tetapi juga untuk herbisida dan obat-obatan pertanian lainnya. Jika harga-harga ini terus melambung, tentu akan berpengaruh pada biaya produksi yang semakin tidak terkendali, dan berisiko membuat para petani sawit menghadapi kebangkrutan,” jelasnya.

Karolin juga menyoroti dampak dari harga pupuk non-subsidi yang tinggi dan langkanya pupuk subsidi, yang mengakibatkan kesulitan bagi petani untuk bercocok tanam. “Jika situasi ini terus berlanjut, banyak petani yang mungkin tidak bisa mendapatkan hasil panen yang baik, dan ini tentunya akan mengganggu ketahanan pangan baik di daerah maupun nasional,” tambahnya.

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah pusat dapat segera mengambil tindakan yang tepat untuk mengatur harga minyak sawit dan tidak merugikan petani, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. “Semoga kondisi ini segera teratasi agar para petani dapat memperoleh penghasilan yang layak dari usaha mereka,” tutup Karolin.