Bekasi Jadi Pusat Lahan Industri Termahal di Luar Jakarta
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Bekasi Jadi Pusat Lahan Industri Termahal di Luar Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah yang sempat menekan aktivitas ekspor-impor global, sektor lahan industri Indonesia justru menunjukkan daya tahan yang impresif.

Termasuk Bekasi, Jawa Barat. Laporan Jakarta Property Market Insight Q4 2025 yang dirilis oleh Leads Property Services Indonesia, menunjukkan bahwa Bekasi mengukuhkan diri sebagai wilayah dengan harga lahan industri termahal di luar batas administratif DKI Jakarta.

Berdasarkan data riset per Januari 2026, harga rata-rata lahan industri di Bekasi menyentuh angka Rp 3,42 juta per meter persegi (psm).

Angka ini melampaui tetangganya, Karawang dan Purwakarta, serta wilayah penyangga lainnya seperti Tangerang dan Bogor.

Mengapa industri tetap merapat ke Bekasi meski label harga kian menyundul langit?

Infrastruktur dan Konektivitas Terpadu

Kenaikan harga lahan sebesar 2,5 persen secara kuartalan di wilayah koridor timur ini bukan tanpa alasan fundamental.

Associate Director Research Leads Property Services Indonesia, Martin Samuel Hutapea, memandang Bekasi sebagai episentrum manufaktur dan logistik Nasional.

Konsentrasi pasokan industri di wilayah ini mencapai 44 persen dari total pasokan nasional sebesar 13.930 hektar, mendominasi peta distribusi lahan industri di Indonesia.

Martin menyebutkan, pengoperasian jalan tol Japek II di tahun 2026 menjadi katalis utama. Infrastruktur bukan hanya memperpendek jarak tempuh, tetapi meningkatkan nilai strategis tanah.

Di mata investor, efisiensi logistik yang ditawarkan Bekasi jauh lebih berharga dibandingkan penghematan biaya pembelian lahan di wilayah lain yang infrastrukturnya belum semapan koridor ini.

"Pasar menerima permintaan kuat dari sektor logistik, barang konsumsi (consumer goods), hingga pusat data (data center)," icap Martin, dikutip Kompas.com, Kamis (19/2/2026).

Khusus untuk data center, Bekasi menjadi primadona karena kestabilan pasokan listrik dan kedekatan dengan pusat bisnis Jakarta.

Bekasi vs Jakarta

Secara teknis, Jakarta memang masih memegang rekor harga tertinggi di angka Rp 5,72 juta psm.

Namun, dengan distribusi pasokan Jakarta yang hanya tersisa 1 persen, pasar secara otomatis bergeser ke Bekasi sebagai alternatif utama dengan spesifikasi teknis yang setara namun dengan ketersediaan lahan yang lebih masuk akal.

Tangerang, yang selama ini menjadi kompetitor kuat di sisi barat, kini harus puas berada di angka Rp 2,90 juta psm, sementara Karawang meski memiliki pasokan luas (30 persen), berada di angka Rp 2,76 juta psm.