Baznas Cilacap Luncurkan Fakultas Rukun Ternak untuk Kembangkan Peternakan Domba di Desa Panisihan Maos
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Cilacap, Jawa Tengah, meluncurkan Fakultas Rukun Ternak sebagai bagian dari upaya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan yang masih berada di angka 10,68 persen. Dengan fokus pada pengembangan peternakan domba, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cilacap.
Saat ini, Baznas Cilacap telah membina 14 kelompok ternak dan memiliki 6 calon kelompok ternak yang tersebar di wilayah tersebut. Salah satu kelompok yang terlibat adalah Pondok Pesantren Jabal Nur yang terletak di Desa Panisihan Maos.
Setiap kelompok ternak binaan menerima bantuan berupa 10 ekor domba betina dan 1 ekor pejantan dari jenis dopper. Seiring berjalannya waktu, kelompok-kelompok ini telah berhasil memproduksi domba hasil ternak mereka sendiri.
Ketua Baznas Cilacap, Irvan Rahmat, menjelaskan bahwa pelatihan yang diberikan melalui Fakultas Rukun Ternak bertujuan untuk memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada pemberian bantuan saja, melainkan berlanjut dalam bentuk pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.
Pelatihan Berkelanjutan untuk Kemandirian
“Fakultas ini bertujuan untuk mendidik kelompok ternak agar dapat mandiri. Kami ingin agar mereka tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga belajar cara merawat dan mengelola ternak mereka,” ujarnya setelah peresmian Fakultas Rukun Ternak pada Rabu, 14 Mei 2025.
Irvan menekankan bahwa pelatihan akan diberikan berdasarkan kemampuan masing-masing kelompok. Misalnya, jika satu kelompok hanya mampu melakukan pemeliharaan dasar, mereka akan diberikan pakan dan dukungan medis untuk memastikan domba mereka tumbuh dengan baik.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah dan berharap adanya sinergi dengan dinas terkait untuk mendorong kemajuan masyarakat menuju kemandirian ekonomi.
Target Peningkatan Produksi Domba
Dalam menghadapi hari raya Kurban, Baznas Cilacap berencana mendatangkan seribu ekor domba dari kelompok ternak yang sudah ada. Ke depan, Baznas juga akan mengembangkan ternak sapi dan kambing di wilayah lain di Kabupaten Cilacap.
Desa Panisihan Maos diharapkan dapat menjadi sentra peternakan domba, dengan harapan bahwa masyarakat akan mengaitkan nama desa ini dengan keberadaan domba.
Visi Jangka Panjang untuk Pusat Peternakan
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, yang juga hadir dalam peresmian Fakultas Rukun Ternak, menyatakan harapannya agar Cilacap dapat menjadi pusat ternak nasional, berkat lokasi strategisnya yang dekat dengan pelabuhan dan negara tetangga, Australia.
“Kami akan mendorong masyarakat untuk berbudidaya hewan ternak, termasuk sapi dan kambing, serta menjalin kerjasama dengan investor dan BUMD untuk mengembangkan industri peternakan di daerah,” tambahnya.
Lebih jauh, Bupati Syamsul berharap Fakultas Rukun Ternak dapat menjadi embrio untuk pilot project yang bisa dicontoh di daerah lain, dengan tujuan menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis desa.
Manfaat Program bagi Masyarakat
Seorang pendamping rukun ternak dari Baznas Cilacap, Taufik Hidayat, menyatakan bahwa ia bertugas mendampingi 16 kelompok ternak dalam hal pemeliharaan dan pakan, sehingga mereka dapat menjadi mandiri.
Salah satu pekerja di Fakultas Rukun Ternak, Budi, mengungkapkan bahwa program ini telah mengubah kehidupannya. Dari seorang tukang parkir, kini ia bekerja di Fakultas Rukun Ternak dan bersama tujuh temannya mengelola sekitar 150 ekor domba dengan sistem gaji yang lebih baik.
“Dulu hidup kami sulit, tapi sekarang kami memiliki pekerjaan yang jelas dan bisa menghidupi keluarga,” katanya.




