Ahmad Sahroni Kembali Pimpin Komisi III DPR, Harta Properti Capai Rp 139 Miliar
JAKARTA, KOMPAS.com - Ahmad Sahroni kembali menduduki posisi Wakil Ketua Komisi III DPR usai dinonaktifkan selama enam bulan.
Sahroni menggantikan Rusdi Masse, politikus Partai Nasdem yang kini menyeberang ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Penetapan Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III dilakukan usai pimpinan DPR menerima surat dari Fraksi Nasdem terkait pergantian pimpinan di Komisi III.
"Pimpinan DPR RI telah menerima surat dari pimpinan Fraksi Partai NasDem Nomor FNasdem107/DPR RI/II/2026 tanggal 12 Februari 2026 perihal penyampaian pergantian nama Wakil Ketua Komisi III DPR RI, kapoksi Banggar, dan anggota Banggar dari Fraksi NasDem DPR RI, maka pimpinan Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem mengalami perubahan,” ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat Komisi III.
Sebagai informasi, nama Ahmad Sahroni sempat menyita perhatian setelah menyebut masyarakat yang memiliki aspirasi untuk membubarkan DPR adalah orang tolol. Hal itu ia sampaikan pada periode aksi massa Agustus 2025.
"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," ujar Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).
Bendahara Umum Partai Nasdem ini rupanya juga gemar menyimpan kekayaan dalam bentuk harta properti.
Hal ini sebagaimana diketahui lewat Pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Adapun berdasarkan LHKPN periodik tahun 2024 yang diumumkan pada 21 Februari 2025, Sahroni tercatat memiliki total kekayaan sebesar senilai Rp 328,91 miliar setelah dikurangi utang.
Berikut Kompas.com rangkum harta Ahmad Sahroni.
19 Harta Properti Rp 139,58 Miliar
Sahroni memiliki 19 tanah dan bangunan dengan total nilai senilai Rp 139,58 miliar. Aset tersebut tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, hingga Badung, Bali.
Berikut rinciannya:
Tanah dan bangunan 103,46 m²/70 m² di Jakarta Utara senilai Rp 1,92 miliar
Tanah dan bangunan 138 m²/100 m² di Jakarta Utara senilai Rp 825 juta
Tanah dan bangunan 110 m²/100 m² di Jakarta Utara senilai Rp 825 juta
Tanah dan bangunan 200 m²/100 m² di Jakarta Utara senilai Rp 3,52 miliar
Tanah dan bangunan 148,4 m²/200 m² di Jakarta Pusat senilai Rp 20,9 miliar
Tanah dan bangunan 72 m²/50 m² di Badung, Bali senilai Rp 15,95 miliar
Tanah dan bangunan 131 m²/131 m² di Jakarta Selatan senilai Rp 13,13 miliar
Tanah dan bangunan 208 m²/100 m² di Jakarta Utara senilai Rp 3,14 miliar
Tanah dan bangunan 194 m²/90 m² di Jakarta Utara senilai Rp 825 juta
Tanah dan bangunan 100 m²/90 m² di Jakarta Utara senilai Rp 825 juta
Tanah dan bangunan 131,8 m²/90 m² di Jakarta Selatan senilai Rp 13,13 miliar
Tanah 4,27 m² di Jakarta Pusat senilai Rp 4,95 miliar
Tanah dan bangunan 77 m²/60 m² di Jakarta Pusat senilai Rp 8,47 miliar
Tanah dan bangunan 100 m²/100 m² di Jakarta Timur senilai Rp 3,63 miliar
Tanah dan bangunan 356 m²/356 m² di Jakarta Selatan senilai Rp 22,25 miliar
Tanah dan bangunan 371 m²/371 m² di Jakarta Selatan senilai Rp 23,18 miliar
Tanah dan bangunan 105 m²/84 m² di Jakarta Utara senilai Rp 1,13 miliar
Tanah dan bangunan 208 m²/104 m² di Jakarta Utara senilai Rp 647,3 juta
Tanah 51 m² di Jakarta Utara senilai Rp 325 juta
Koleksi Kendaraan senilai Rp 38,13 Miliar
Selain properti, Sahroni juga melaporkan kepemilikan 28 unit kendaraan dengan total nilai senilai Rp 38,13 miliar.
Koleksi mobil dan motornya terdiri dari kendaraan klasik, mobil mewah, hingga motor besar. Berikut daftarnya:
Toyota Fortuner 2017 senilai Rp 485 juta
Ferrari 366 2012 senilai Rp 2,5 miliar
BMW 1.8 2017 senilai Rp 2,65 miliar
Porsche 9E3 RS 2016 senilai Rp 6,6 miliar
Yamaha Sport 2016 senilai Rp 840 juta
Honda Civic 1989 senilai Rp 45 juta
Mercedes Benz E320 1986 senilai Rp 70 juta
Tesla X75D 2018 senilai Rp 2,8 miliar
Mercedes Benz 280E 1986 senilai Rp 35 juta
Honda Odyssey 2007 senilai Rp 120 juta
Honda Civic LX 1990 senilai Rp 30 juta
Mercedes Benz 420 Eagle SEL 1986 senilai Rp 150 juta
Toyota Crown Royal 3.0 AT 2005 senilai Rp 160 juta
Mustang Sedan 1967 senilai Rp 150 juta
Volkswagen Beetle 1963 senilai Rp 100 juta
Mercedes-Benz SL 190B 1957 senilai Rp 250 juta
Mercedes-Benz 560 SEL 1990 senilai Rp 250 juta
Suzuki Jimny 2020 senilai Rp 325 juta
Mustang Fastbach 1967 senilai Rp 190 juta
Daewoo Cielo 1997 senilai Rp 125 juta
Bentley 1997 senilai Rp 255 juta
Vespa Primavera 2020 senilai Rp 57 juta
Vespa Primavera 2018 senilai Rp 55 juta
Vespa Kongo 1963 senilai Rp 30 juta
Harley Davidson Road Glide 2022 senilai Rp 1,66 miliar
Honda Estilo 1997 senilai Rp 200 juta
Porsche 911 Sport Classic 2016 senilai Rp 14 miliar
Tesla Cybertruck 2024 senilai Rp 4 miliar
Harta Bergerak Lainnya dan Kas
Selain itu, Sahroni juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 107,73 miliar, surat berharga senilai Rp 60 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp 78,35 miliar.
Dengan demikian, total harta kekayaan yang dilaporkan Sahroni ke KPK mencapai senilai Rp 328,91 miliar setelah dikurangi utang senilai Rp 34,95 miliar.




